Berita

Tourism Field Study (TFS) 2018
19 Nov 2018 | Komentar

Sekolah Tinggi Pariwisata Bali (STP Bali) kembali menggelar Seminar Tourism Field Study (TFS) 2018. Kegiatan inimerupakan penelitian tahunan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Program Studi Manajemen Kepariwisataan STP Bali. Adapun topik yang diangkat pada Seminar TFS 2018 ini adalah “Eksistensi Usaha Taman Rekreasi di Bali” oleh Ni Made Tirtawatis, S. Si., M. Par selaku Ketua Program Studi Manajemen Kepariwisataan menyatakan bahwa pemilihan topik tersebut dilatarbelakangidari munculnya perubahangaya hidup di kalangan masyarakat yang saat ini lebih memilih pengalaman sepertiaktivitas rekreasi. Dari trendinilah, tumbuh berbagai usaha rekreasi dan menjadikan Bali sebagai destinasi yang kian variatif dalam memberikan pengalaman kepada wisatawan dan masyarakat.

Kegiatan TFS kali ini mengambil lokus penelitian di Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar selama tigabulan mulai dari September hingga November 2018 oleh 52 orang mahasiswa, hingga diseminarkan pada hari ini. Seminar TFS 2018 yang dibuka oleh Ketua STP Bali, Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed.tersebut, dihadiri oleh 250 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerintah, pengusaha usaha taman rekreasi, akademisi dan tokoh masyarakat. Adapun seminar ini di moderatori oleh dosen STP Bali Dr. I Wayan Mertha, SE., M. Si. Terdapat empat penyaji dengan sub topik penelitian masing-masing yang ditinjau dari perspektif supply yakni (1) Pande Putu Wulandari dengan materi Profil usaha dan kompetensi SDM pada usaha taman rekreasi di Bali; (2) Angela Nafriana dengan materi Peran Stakeholder dalam pengembangan usaha taman rekreasi di Bali; (3) I Komang Satia Wiguna dengan materi Dampak ekonomi dan sosial budaya dari keberadaan usaha taman rekreasi bagi masyarakat lokal di Bali, sementara dari sisi demanddisampaikan oleh Jery Cristianto dengan materi Profil pasar dan persepsi wisatawan terhadap usaha taman rekreasi di Bali.

Sementara itu, ditampilkan pula visualisasi dari hasil penelitian berupa tulisan, gambar, dan media interaktif lainnya untuk memberikan informasi di lokasi penelitian kedalam bentuk pameran. Hasil dari TFS 2018 ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang fenomena usaha taman rekreasi di Bali sehingga kedepan stakeholders terkait dapat memberikan kontribusipositif dalam mendukung pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan. Oleh karenanya, kajian tentang usaha rekreasi menjadi penting dibahas untuk memberikan informasi terupdate bagi pelaku usaha pariwisata di Bali, ujar Dewa Ngurah Gde Byomantara, M. Ed selaku Ketua STP Bali.

Bagikan :